![]() |
| Credit foto. |
"Heran! Kenapa si Meylan gak pernah mau kita ajak belajar bareng," Raffi bertanya
perlahan
"Ah, kau ini kayak gak tau aja. Dia pikir kita-kita ini mengajaknya belajar
bareng karena tertarik pada kecantikannya! Hhuuh!
"Segitunya?"
"Apa lagi kalo bukan itu. Memang dia murid
baru yang angkuh.!" Ridwan kesal.
"Untuk memastikan, gimana kalo kita undang Meylan, Dewi, Rini dan Asti untuk rujakan?
Kalo dia tidak datang, berarti dugaanmu benar."
"Terserah!
Rupanya kau terbius oleh kecantikannya, ya?" ganggu Ridwan. Raffi tersenyum. Penuh arti.
“Yes!” suara Raffi ketika melihat Meylan muncul. Melenggang
dengan anggun.
"Tumben!" bisik Ridwan
"Sssttt...kau!"
"Maaf aku telat.
Ada yang lebih penting harus aku
kerjakan. Yuk, kita mulai. Atau masih ada yang ditunggu?"
Raffi menggeleng.
Raffi terpesona
melihat penampilan Meylan. Celana Jeans ketat dengan kaos oblong longgar
berwarna kuning.
'Manisnya." bisik hati Raffi.
Pesta rujak usai disusul dengan sesi foto-foto. Gelak
berderai.. Pertemanan mereka seakan sudah terjalin tahunan.
Foto berbingkai itu masih ditangan ayah Raffi.
"Siapa gadis ini? Telunjuknya mengarah pada wajah
cantik dalam foto.
"Meylan. Cantik. Tapi misterius!" sahut Raffi
"Misterius gimana?'
“Sok jual mahal! Tapi aku berhasil mengundangnya untuk pesta
rujak." sahut Raffi. Nada
kemenangan dalam suaranya..
"Kau tau
rumahnya?"
Raffi menggeleng.
"Tapi temanku
bilang, rumahnya sebuah warung kecil berdinding bambu. Pelayanan ala
swalayan.Gak susah mencarinya kalo ayah mau. Kita cari aja, yah!”, Raffi
menjelaskan.
Ketika sampai ayah Raffi tertegun dengan mata terbelalak.
"Pak Wiryo?"
"Bapak Raden Sugandi? "
Ayah Raffi memasuki
warung dan memeluk erat pak Wiryo.
"Maafkan saya, pak. Seharusnya saya tidak boleh membiarkan
mereka memecat bapak setelah kecelakaan yang menyebabkan kedua kaki bapak harus
di amputasi. Maafkan saya," suara ayah Rafii penuh penyesalan.
"Kau pasti Meylan?" Tanpa ragu ia memeluk Meylan.
Bertiga mereka berangkulan. Hangat.
Dibenaknya sudah tergores sebuah rencana matang untuk pak
Wiryo dan anak gadisnya. Dia akan menebus kesalahan masa lalunya.
"Hidup mereka akan terjamin"," bisiknya lirih.




