Kamis, 20 November 2014

Fun Blogging Membawa Aku Mengenal CIPIKA.CO.ID


Postingan ini sengaja aku beri judul Fun Blogging Membawa Aku Mengenal CIPIKA. Lho koq? Iya, gimana nggak, karena pada hari Sabtu, 15 Nopember 2014 dengan penuh semangat, katakanlah Semangat 45, aku melaju dengan taksi menuju Gedung Cyber 1 Lantai 3, Jalan Kuningan Barat No.8, Jakarta Selatan, di mana Gallery QWords berkantor. Di Gallery QWords inilah aku akan mengikuti Fun Blogging 2nd Session. Menurut jadwal, acara akan dimulai pukul 09.00, tapi aku sudah mengetuk pintu Kantor QWords pada jam 08.10, hehe... Pastilah itu karena semangat yang menggebu tadi. Alhamdulillah, sudah ada Mak Ani Berta yang menyambutku.

Rabu, 05 November 2014

Perlukah Dongeng Sebelum Bobok?

Mungkin anda pernah mendengar kata-kata bijak yang berbunyi: "Yang sudah berlalu, biarlah berlalu." atau kata kerennya "Let's by gone be by gone." Tapi tentang apa yang akan aku tulis ini, walaupun telah berlalu, tidak akan aku biarkan berlalu begitu saja -- walaupun aku akan mengingatnya dalam memoriku tapi ada baiknya jika aku torehkan dalam tulisan untuk tetap bisa diingat dan dibaca, mungkin ada manfaatnya juga bagi para blogger yang mampir ke blog aku ini.



Jumat, 31 Oktober 2014

Allah Memberiku Cinta.


Dear Ranii,

Laksana hangatnya matahari pagi yang menyentuh kulit kisutku, yang memberi kehangatan murni, kehangatan yang  selalu didamba setiap insanNya demi menjaga kesehatan. Nyaman dan menyegarkan. Begitulah kira-kira persamaan yang bisa aku padankan ketika mengenalmu. Kau teramat manis dan ramah. Keramahan yang membuat si Renta ini menjadi percaya diri untuk disukai. Untuk disambut di kancah pertemanan. Aku tidak mampu mengingat kapan saat kita bertemu pertama kali, namun ingatan yang selalu melekat pekat adalah ketika kau menyapaku. Kau menghampiriku dengan senyummu yang manis. Sinar matamu jernih. Memukau. Cukup bagiku, ketulusan senyummu itu membuat detak jantungku menjadi lebih cepat berpacu. Di relung hati yang paling dalam aku mengucap syukur dan berbisik perlahan: "Alhamdulillah, dia menyapaku.:."

"Masih ingat gak, siapa aku?" suaramu lembut mengusap telingaku. "Aku, Ranii.," sambungmu.

Aku mengangguk sambil merangkul tubuhmu yang sehat dan gempal. Aku bahagia sekali. Ternyata banyak perempuan-perempuan muda yang dengan tulus menyapaku. Salah satunya adalah kau, Ranii. Sikapmu menambah percaya diriku mencuat. Aku diterima. Aku disambut di pertemanan ini. Masih ingatkah kau saat itu kita bertemu di sebuah Food Festival? Tidak salah lagi, itulah kali pertama kita bertemu -- di Serpong Food Festival 2014. Bahagianya aku disapa oleh seorang gadis manis sepertimu.

Kemudian yang kuingat lagi ketika kita bersama mengikuti Kursus Ngeblog yang diadakan oleh Mbak Indari Mastuti pada tanggal 15 Oktober 2014. Masih ingat? Ketika pulang dari pertemuan itu kita umpel-umpelan dalam satu taksi. Sempit-sempitan. Tapi rasanya sangat kental pertemanan itu. Di situlah adanya kebersamaan.

Dear Rani,

Izinkan kini aku untuk membedah blogmu, ya? Hehe.. biarkan aku menyunting kata keren ini -- membedah --.walaupun kepiawaianku jauh di bawah kepiawaianmu dalam mengolah sebuah blog,. Tak apa. Aku  mulai mengubek-ubek blogmu. Mataku langsung tertancap pada sebuah judul "Amalan Cepat Dapat Jodoh.. Postingan tertanggal 15 Maret 2013.  Hehe... kau ini ada-ada saja, Ranii dear. Aku jadi dibuat malu oleh judul itu. Kenapa? Karena aku sendiri yang Senior dalam usia, sama sekali tak pernah tahu tentang amalan indah seperti yang kau tuliskan.  Kau torehkan sekelumit kalimat -- hidup, mati dan jodoh itu sudah pasti. Betul sekali, tapi kepastian itu datangnya dari Allah semata. Seperti juga kau tahu, bahwa jodoh, rezeki dan kematian itu adalah rahasia Allah.


Dear Rani,
Aku jadi teringat betapa hatiku galau dan gundah ketika usia 25 menyentuh kehidupanku. Tak ada tanda-tanda akan datangnya jodoh. Satu-satunya pria yang dekat denganku dan telah aku kenal lebih dari  seorang sahabat selama 7 tahun, tidak pernah berucap atau menjanjikan sesuatu yang pasti.  Padahal aku mencintainya.

Dear Rani,
Jodoh menyapaku di usia yang ke duapuluh delapan?   Ternyata Allah memberiku jodoh terbaik. Dan jodoh itu adalah dia, Ranii. Alih-alih aku menyangsikan keseriusannya, dia malah sedang menguji kebesaran cintaku padanya. Ini benar-benar rahasia Allah.

Bogor, 3 Mei 1967 -- culun, ya??

Dear Ranii,
Jangan pernah kau memikirkan  kapan jodoh itu akan datang.  Yang penting jangan menutup pintu hatimu.
Satu lagi – jangan mencintai dia melebihi cintamu kepada  Sang Pencipta. Kau mengerti maksudku, kan?  Berlayarlah di kapal dengan satu Nakhoda.  Bersujudlah di Masjid  dengan Imam yang sama. Insya Allah perjalananmu akan menjadi sebuah perjalanan  yang akan memberiimu kedamaian. Aamiin.

 Love is beautiful.



Words: 500

Manula Dilarang Jadi Blogger?



Berawal dari  memiliki perasaan  tidak nyaman hidup selalu ditopang oleh anak-anakku, terbersit keinginan untuk mencari penghasilan sendiri. Apa saja. Yang penting aku tidak menggantungkan hidupku 100% pada anak-anakku.  Aku pun tak ingin menghabiskan masa tuaku hanya dengan duduk manis di rumah.  Wanita renta 70 tahun ini masih ingin memiliki aktivitas positip. Tekadku bulat sudah untuk melakukan browsing dan akhirnya meng-klik sebuah  peluang dari dunia maya. Persyaratannya mudah: 

 “Anda Memiliki Kepandaian Mengetik? Bergabunglah Bersama Kami untuk Memperoleh Penghasilan Tambahan!” 

Rabu, 29 Oktober 2014

Seberapa Pentingkah Asuransi Itu?




Bulan November 2013, anak lelakiku menderita stroke ringan dan dirawat di sebuah Rumah Sakit
Swasta selama kurang lebih sepuluh hari. Biaya untuk meng-cover perawatan ini tidak sedikit. Namun mengingat pelayanan yang kami terima, sangat  baik dan memuaskan,  baik dari bagian pendaftaran (Bagian Administrasi), atau pun pelayanan para perawat yang yang sigap dan cekatan serta super ramah, penanganan oleh para dokter ahli di Rumah Sakit tersebut, membuat berapa pun biaya yang kami keluarkan tidaklah  menjadikannya sebuah masalah yang besar, dibandingkan dengan kenyamanan dan perhatian penuh bagi anak lelakiku yang dirawat di Rumah Sakit tersebut. Puluhan juta, memang jumlah yang amat besar dan terasa sangat berat untuk kocek keluarga, namun demi kesembuhan anak lelakiku, anak-anakku yang lain menanggungnya dengan ridho dan ikhlas. 

Senin, 20 Oktober 2014

No Try, No Gain.

Biar agak keren, aku beri judul postingan ini No Try, No Gain. Terjemahan bebasnya, kira-kira begini -- Tak akan ada pencapaian tanpa sebuah percobaan --  Di sini aku cuma ingin mengabadikan status yang aku tulis di fesbuk, tertanggal 13 Oktober 2014, yang berbunyi seperti berikut: