
Rentang masa yang dialami oleh setiap manusia pastilah, setidaknya, akan melalui tahap masa lalu, kehidupan sekarang, kemudian kita mempunyai cita-cita dan harapan masa depan. Setelah itu? Tinggal berdo'a dan pasrah kepada ketentuan dari Allah Yang Maha Kuasa tentang apa yang akan terjadi pada diri kita. Kenapa pula postingan ini aku beri judul "Masa Lalu Adalah Masa Terindah"? Karena bagiku masa itu adalah masa dimana aku masih memiliki kedua orang tua, juga sepasang nenek dan kakek yang amat mengasihiku. Tidak seorang pun yang ingin kehilangan mereka, kehilangan masa-masa keemasan dimana kita bergelimang dengan kasih sayang dan cinta. Pernah nenekku bercerita begitu sayangnya ayak kepadaku, sehingga ketika aku lahir beliau berusaha membuatkan sebuah Surat Lahir yang di kreasinya sendiri. Waktu itu sama sekali belum terpikirkan oleh ayah tentang sebuah Akte Kelahiran. Tapi bagiku secarik kertas itu cukup menjadi kenangan tentang besarnya perhatian dan cinta ayah kepadaku. Masa Lalu Adalah Masa Terindah dapat aku lengkapi dengan cerita antara lain sebagai berikut:
![]() |
| Aku dan ke-2 ortu |
![]() |
| Lihatlah tempat lahirku dan nama gadisku dengan ejaan lama ,hehehehehe...... |
Masa remajaku hingga aku berusia 27 tahun tetap aku sebut dengan predikat sebagai masa lalu yang terindah. karena aku, walaupun telah kehilangan kedua orang tuaku, namun aku masih memiliki sepasang nenek dan kakek yang aku cintai dan sangat menyayangiku. Kemudian aku mengalami hari bahagia pula ketika memasuki usia 28 tahun (1967), seorang pria telah memilihku dari sekian banyak wanita yang dikenalnya untuk menjadi pendamping hidupnya sepanjang usia. Aku merasa menjadi wanita yang tercantik sedunia
![]() |
| Masa lalu masa terindah: dimatanya aku adalah wanita tercantik sedunia, hehehehe.... |
Aku pun dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan atas izinNya untuk membantu suami menunjang kehidupan rumah tangga kami. Aku melahirkan anak-anak yang sehat sebagai buah pernikahan kami. Membesarkannya dan menikahkan mereka sebagaimana kewajiban sebagai orang tua. Tuntas sudah tugas kami sebagai orang tua ketika ke-empat anak kami menikah dan membangun kehidupan masing-masing. Cucu-cucu yang lucu dan sehat pun menghias kehidupan masa laluku yang akan terus terkait dengan indahnya masa kehidupan sekarang. Kehilangan suami dan ayah anak-anakku pada tahun 2003 menempa diriku untuk menjadi seorang yang tangguh dan prihatin menyongsong KEHIDUPAN SEKARANG.
Tahun 2009 adalah tahun dimana aku mulai menguak kesempatan untuk menjadi diriku yang sekarang. Walaupun tahun 2009 adalah masa lalu, namun aku akan mengganggapnya sebagai sebuah kaitan erat dengan kehidupan sekarang. Kenapa pula ini? Karena keadaanku yang galau, peperangan bathin yang aku alami. Ketika itu beberapa tahun sudah aku menjadi seorang pensiunan total (tanpa penghasilan). Aku hanya bernaung dan bergantung pada anak-anakku. Hal ini membuat aku berpikir dan memberi perintah kepada otakku untuk berbuat sesuatu agar hilang rasa galau dan reda peperangan bathin ini.
Aku browsing di internet tentang aktivitas yang bisa menghasilkan uang tanpa harus kerja keras secara fisik.Akhirnya aku menjadi Reseller sebuah usaha bisnis online. Cukup menggembirakan walaupun hasilnya tidak melejit seperti mereka yang sudah pakar di bidangnya. Tapi cukup mengobati rasa galau dan mampu memberikan aba-aba cease-fire kepada bathinku, hehehehe....
Hidupku menjadi cerah dan semangatku berkobar karena dengan aktifitas ini aku diharuskan memiliki jejaring sosial fesbuk dan harus membuat sebuah blog. Hal ini berdampak sangat positif terhadap kehidupan sosialku. Aku memiliki banyak teman dari dunia maya.. Hingga kini aku memiliki hampir 700-an pertemanan dari dunia maya. Salah satu alasan aku mendapat sedemikian banyak teman, mengingat usiaku yang sudah uzur, adalah karena aku juga menjadi member dari Group Belajar Bahasa Inggris Santai, English Addicted (Conversation) -- members dari group inilah yang kebanyakan meng-add aku sebagai teman dan tentunya membuat aku semakin semangat mengaktifkan otakku yang hampir ber-leha-leha -- yang akan mengundang cepatnya penyakit pikun. menghampiri.
![]() |
| Kemenangan yang kudapat dari lomba menulis di Blog memacu semangatku untuk tetap menulis. Yang ini dari Kumpulan Emak-Emak Blogger., merupakan KEHIDUPAN SEKARANG yang penuh semangat!. |
Pertemanan demi pertemanan mendekatkan aku pada dunia menulis. Nah, ada apa pula dengan pertemanan koq mendekatkan aku pada dunia menulis? Begini: Beberapa teman di dunia maya men-tag aku untuk ikut dalam sebuah Audisi Menulis -- setelah mengikuti satu audisi aku LOLOS, beruntun undangan demi undangan untuk mengikuti Audisi Menulis Antologi atau Kontes/Lomba Menulis (Antologi) pun berdatangan. Sebisa mungkin aku mengikuti audisi tersebut untuk melatih otakku yang mulai melemah dalam usia yang sudah 72 tahun. Hasilnya sangat menggembirakan. Otakku cerah kembali, jaringan syaraf-syarat otak bekerja seperti yang aku perintahkan - menulis - menulis dan menulis. Hingga saat ini aku telah mengikut kurang lebih 22 Audisi menulis (diluar lomba atau Give-Away dari Blog). Alhamdulillah -- diantaranya 12 naskah lolos audisi , 6 naskah GUGUR, sedang beberapa naskah masih menunggu pengumuman. Hasil aktifitasku ini menambah gairah kehidupan sekarang yang aku jalani dan berbuntut sangat manis untuk menorehkan sebuah cita-cita.
CITA-CITA-ku tidaklah terlampau muluk. Aku ingin terus menulis, menulis dan menulis hingga suatu saat nanti, entah kapan, aku bisa menghasilkan sebuah buku solo dan bisa menangguk income dari aktifitas ini. Aku masih memiliki cita-cita bahwa disamping menerbitkan sebuah buku solo, juga aku menyimpan sebuah keinginan lain yang maha dahsyat dalam dadaku, yaitu ingin menapakkan kakiku di tanah suci, menunaikan kewajibanku sebagai umat pengikut Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah Yang Maha Kuasa menjabah do'aku. Amin, Ya Robbal'alamin.
Cita-cita ini tentu saja erat kaitannya dengan HARAPAN MASA DEPAN -- aku harus banyak berdo'a. Aku harus beramal semaksimal mungkin dalam moril atau materiil. Aku ingin menyenangkan hati anak-anak dan cucu-cucu serta menantu-menantu-ku dengan jalan memperlihatkan kepada mereka bahwa dengan banyak beraktifitas, memori-ku tidak akan cepat melemah. Dan di usiaku yang renta ini ,Insya Allah, tidak terlalu menambah beban mereka. Aku tidak ingin duduk manis dengan mendapatkan perhatian yang penuh dari anak-anakku. Akupun ingin bisa menghasilkan sesuatu yang bisa membuat aku bangga pada diriku sendiri. Aku berharap mudah-mudahan dengan kegiatanku yang melibatkan otak dan pikiranku ini -- dimasa depan aku terhindar dari penyakit-penyakit tua yang akan merepotkan anak dan cucuku. Semoga Allah mendengar do'aku. Kasih sayang dan perhatian yang mereka limpahkan kepadaku sudah terlalu besar. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada anak-anak dan cucu-cucuku serta menantu-menantu-ku sepanjang usia mereka. Amin, Ya Robbal'alamin.
Terakhir dengan segenap rasa simpati dan sayang, aku ucapkan "Selamat Ulang Tahun untuk Noorma Fitriana M. Zain"
Tulisan ini diikut-sertakan dalam GiveAway Cah Kesesi Ayutea yang diselenggarakan
oleh Noorma Fitriana M. Zain.












